Skip to main content

Ketika aku hilang arah

Ilustrasi (Victory News Sumba Timur/Jumal Hauteas)

Penulis: Panglima Alaskandar (FB)

Percaya atau tidaknya terserah..

Dahulu aku pernah kehilangan arah, sampai aku pergi dari rumah tapi tanpa arah dan tujuan, aku berjalan ke selatan mengikuti kaki melangkah namun tanpa perbekalan apapun, hanya doa yang selalu kudawamkan setiap saat hingga akhirnya ada seseorang yang menghentikan langkahku di perjalanan dan ia bertanya tujuanku kemana dan mencari apa, disisi lain aku malas menjawabnya namun aku butuh arah agar punya kepastian hidup, hingga aku menjawab semua perihal yang ia tanyakan,

orang itu mengajakku kerumahnya tapi aku tidak mau karena perasaanku masih ingin berjalan lalu ia menyuruhku ke suatu tempat siapatau disana aku dapat hidayah tapi perasaanku masih menolak,

aku berjalan menaiki gunung karena menurutku tempat sepi bisa membuatku jauh lebih baik, disana aku melihat sebuah batu besar datar, aku duduk disana untuk melepas lelah disamping itu aku juga merasa penasaran kenapa aku menemui batu besar di tepi jurang yang nyaman disinggahi,

pertama mau duduk disitu aku disambut oleh seekor bunglon yang jatuh dari atas mungkin dia sedang nyeberang di pepohonan tapi meleset hingga terjatuh mengenai punggung, ya cuma kaget saja sih dan seekor kalajengking yang sebesar sendal dia merayap menjauh,

selama tiga hari dua malam aku berdiam diri disana kadang aku cuma melamun karena mau ngobrol sama siapa lagi, karena fikiran sedang kacau rasa lapar itu tidak ada paling cuma haus sedikit karena aku jalan kaki dari rumah, pas malam ketiganya saat perkiraan waktu pukul 22 lewat aku melihat kelipan cahaya di semak semak tepi jurang itu dan seperti ada suara yang memanggil, tapi mungkin itu suara burung yang menyerupai suara manusia karena pada saat malam tiba itu banyak sekali suara hewan,

setelah kerlipan cahaya itu hilang seperti ada burung yang mondar mandir diatas kepalaku entah burung entah kelelawar karena suasananya gelap, setelah itu aku merasa seperti ada suara pohon yang diadu atau bergesek "krreoott kreeeott krrreott" setelah tak terdengar lagi berganti menjadi suara langkah kaki yang gimana sih kalo orang jalan nginjek sampah daun kering gitu kan suaranya "krepekk krepek" gitu,

aku cari sumber suara orang jalan itu dimana tapi seperti muter muter saja dia ngga ngedeketin, lalu tadinya duduk di batu itu aku jadi pingin bangun karena semakin penasaran aku jalan cari suara itu, pas di bawah pohon gede aku gatau itu pohon apa soalnya di gunung kan banyak pohon yang sudah ratusan tahun, aku ngga sengaja pegang pohon itu karena suasana gelap dan aku juga lagi nyari jalan untuk melangkah takut nginjek ular atau kalajengking tiba tiba ada suara "krosakk" dari atas, ya aku reflek lihat atas itu ternyata aku lihat wujud besar mata merah gigi menyeringai dan yang aku pegang di pohon itu ternyata betis kakinya sebelah kanan, jadi kakinya itu menyatu sama pohon itu loh maksudnya,

jantungku berdebar bulukuduk merinding dan ini juga diceritain aku jadi merinding lagi, langsung kulepas tanganku dari pohon dan bergegas mau turun karena aku pikir dia mungkin ngga terima kalo batu besar itu sudah ku tiduri dan aku duduki,

aku turun merayap karena posisi malam hari, aku takut kepeleset nyebur ke jurang, eh pas di tangga batu pertengahan jalan pas mau turun dia ada lagi menghalangi jalan, terpaksa aku terobos saja sambil berkata "hampura buyut.. hampura buyut" dan setelah berhasil menuruni bukit mungkin ada sekitar jam 2 lewat, aku jalan melewati kebun warga yang tinggal di pegunungan, tiba tiba aku kepingin pipis ya aku belok lah di kebun itu,

disitu aku lihat ada pohon singkong berjejer dan banyak seperti pohon kacang tanah atau apa itu gajelas, baru buka resleting tiba tiba ada hewan yang lompat sambil bersuara dari semak semak yang mirip pohon kacang tanah itu, hewan nya seukuran kucing bulunya hitam sumpah aku kaget banget, kalo mau pipis kan biasanya aku tengok kanan kiri dan itu pas buka resleting kebetulan sambil nengok ke kanan dulu dan pas hewan itu lompat mau nabrak kepalaku ya aku reflek mengindarnya kebelakang, tapi aku cari di tempat jatuhnya hewan itu ga ada ciri ciri langkahnya ke arah mana, kan biasanya kalo kucing lari di semak semak itu ada semak yang bergerak inimah ngga ada pergerakan,

yasudah aku ngga jadi pipis karena mungkin aku ga boleh pipis sembarangan, singkat cerita aku sudah ada di jalan raya arah pulang ke kampung, aku langsung pipis di tepi jalan karena sudah lama nahan pipis,

lanjut jalan pas melewati jalan toang atau jalan yang ga ada rumah satupun cuma ada banyak pohon mahoni yang berjejer di tepi jalan dan di sebelah nya itu ada sungai, aku jalan sambil melamun karena aku masih bingung mikir harus kemana lagi kalo aku pulang ya sama aja tetep kayak gini, tiba tiba kepalaku seperti di sambar sama kain, rasanya muka aku ini di sabrut gitu gimana si ya ngejelasin tulisannya ya mirip disambar kain gitu lah muka ku ini, kaget aku langsung noleh keatas ternyata aku lewat pas disitu ada pohon yang daun nya rontok jadi ranting rantingnya itu kelihatan jelas tapi ngga kering pohonnya masih hidup,

pas aku noleh keatas itu bersamaan dengan suara tertawa nadanya mirip kelong kampret itu loh yang "kekekekekk", aku ngga lihat wujudnya mahluk apa cuma lihat sekelebat mirip kain putih yang tadinya besar jadi mengecil lalu seperti masuk ke ujung salah satu rantingnya itu, aku mengucap istighfar tapi ada perasaan pengen marah juga karena walopun aku ngga disakiti tapi dia ngagetin,

setelah melewati pohon itu aku duduk di jembatan, karena ada rasa heran dan campuraduk aku bertanya dalam hati apa tadi aku mau di gondol wewe gombel gitu, kalo pas jalan waktu berangkat mah ngga ada karena posisi nya siang hari, ketika itu perut bunyi kruyuk kruyuk terasa lemes pingin makan tapi mau minta makan ga ada orang yang lewat karena posisi malam hari ya belum ada orang yang melek,

aku paksain jalan lagi karena jembatan itu juga masih deket sama pohon yang rantingnya ga ada daun nya itu, aku takut kalo aku masih disitu nanti mahluk yang di pohon itu datang, ya gimana sih kalo perasaan nya takut tapi gabisa lari kan gemeter ga karuan, pas jalan pun sering nengok ke belakang terus padahal mahluk begituan kan bisa muncul lewat mana saja kalo dianya mau, untunglah di pinggir jalan aku nemu air minum setengah botol mungkin bekas orang lewat yang dibuang, alhamdulillah kuat dan selamat sampai rumah,..

aku lupa waktu itu umurku berapa tahun, kalo pas kejadian nya sekitar tahun 2015,

Maaf terlalu panjang karena aku ga biasa pake tulisan yang disingkat singkat,

O iya ini juga foto jembatan yang ada di dekat rumahku ya, itu dokumen real yang pernah ku upload di akun yang lama, silahkan berpendapat terimakasih..

*Foto asli tidak ketemu. Kayaknya lupa di-save. Fotonya sebuah jembatan malam-malam dan seperti ada mbak kun samar-samar 

 

Comments

Post Populer

Hantu Tanpa Kepala

Aku anggota tim SAR kehutanan AS, aku punya kisah untuk diceritakan [Part 1]

Cerita Horor Kaskus

Temanku diculik Wewe Gombel

Aku anggota tim SAR kehutanan AS, aku punya kisah untuk diceritakan [Part 2]

Hantu penunggu mobil